Blog Kesehatan dan Kecantikan Indonesia

7 Makanan Penyebab Alergi Pada Bayi Yang Harus Anda Tahu

 

alergi pada bayi

Alergi adalah suatu bentuk reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang dianggap berbahaya walaupun sebenarnya tidak berbahaya. Alergi dapat disebabkan baik oleh suatu zat yang masuk ke dalam tubuh ataupun yang hanya bersentuhan dengan tubuh.

Sebenarnya alergi dapat terjadi pada siapa saja baik orang dewasa maupun anak-anak bahkan bayi dari segala usia. Hal ini dapat disebabkan karena tubuh manusia memiliki antibodi yang disebut dengan IgE. Antibodi ini merupakan protein yang bertugas untuk mendeteksi zat-zat makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Ketika zat makanan tertentu yang dapat menyebabkan alergi masuk maka antibodi ini akan melepaskan zat-zat seperti histamin. Kondisi inilah yang selanjutnya dapat menyebabkan reaksi alergi, baik ringan ataupun berat.

Alergi memang dapat terjadi pada siapa saja. Namun jika dibandingkan dengan orang dewasa, seorang bayi yang memiliki alergi akan cukup terganggu kenyamanannya. Banyak faktor yang menjadi pencetus timbulnya alergi pada bayi, salah satunya adalah faktor makanan.

Jika dibandingkan dengan faktor lainnya, makanan memang merupakan salah satu faktor yang lebih banyak berpotensi menimbulkan alergi pada bayi. Reaksi yang ditimbulkan dari alergi pada makanan ini pun bermacam-macam, mulai dari tingkatan yang ringan seperti timbulnya bercak-bercak merah di kulit, gatal-gatal, hingga tingkatan yang cukup berat seperti demam, diare, muntah, sulit bernafas, bahkan hilang kesadaran.

Makanan Penyebab Alergi Pada Bayi

Meski reaksi alergi dapat terjadi pada bayi, namun bukan berarti semua bayi memiliki risiko yang sama untuk mengalami alergi. Hal ini tentunya tergantung dari banyak faktor seperti faktor keturunan, keberadaan antibodi, dan lain-lain.

Alergi pada bayi yang disebabkan oleh makanan biasanya akan mulai terlihat ketika bayi tersebut berusia 6 bulan ke atas, karena pada usia inilah seorang bayi mulai diberikan MPASI atau Makanan Pendamping ASI. Berkaitan dengan hal tersebut, ada beberapa jenis makanan yang biasanya dapat berpotensi menimbulkan alergi. Jenis makanan tersebut diantaranya:

1. Susu

alergi pada bayi yaitu susu

Susu yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh seorang bayi khususnya usia 0 hingga 6 bulan hanyalah ASI. Namun, pada beberapa kasus (karena alasan medis) yang pada akhirnya membuat bayi tak sepenuhnya mendapat asupan ASI pada usia ini.

Setelah rentang usia tersebut terlewati sang ibu boleh memberikan susu lain di luar ASI untuk mendampingi kebutuhan nutrisinya, meski banyak pula ibu yang baru memberikan jenis susu lain untuk bayinya ketika ia melewati usia 2 tahun.

Pemilihan susu selain ASI untuk bayi ini nampaknya harus sedikit diperhatikan oleh ibu karena belum tentu si kecil cocok dengan semua jenis susu yang dijual di pasaran. Umumnya susu yang banyak dijual adalah susu sapi ataupun susu kambing.

Tetapi ada beberapa bayi yang ternyata memiliki alergi terhadap salah satu atau kedua jenis susu tersebut. Biasanya bayi yang alergi terhadap susu jenis ini akan mengalami diare atau bahkan muntah setelah mengkonsumsinya. Jika bayi Anda mengalami respon yang demikian, sebaiknya lakukan beberapa antisipasi berikut ini:

  • Hindari memberikan produk susu sapi ataupun susu kambing kepada sang bayi.
  • Hindari pula memberikan makanan atau minuman olahan yang mengandung susu sapi seperti es krim, keju, yoghurt, dan lain-lain.
  • Jika si kecil benar-benar tidak dapat mengkonsumsi susu sapi atau kambing, gantilah dengan susu berbahan kedelai.
  • Jika si kecil juga tidak dapat mengkonsumsi susu kedelai, segera konsultasikan kepada dokter agar dokter dapat memberikan saran atas asupan lain yang dapat diberikan pada bayi.

2. Kacang Tanah

alergi pada bayi yaitu kacang tanah

Di samping susu, seorang bayi juga dapat mengalami reaksi alergi akibat konsumsi kacang tanah. Biasanya bayi yang alergi terhadap makanan yang mengandung kacang tanah akan merasa gatal pada tubuhnya serta dapat muncul bisul berwarna kemerahan pada daerah tangan dan wajah bayi.

Jika bayi mengalami alergi terhadap kacang tanah, gantilah kacang tanah dengan kacang kedelai karena kacang kedelai memiliki sifat alergenitas (sifat alergi) yang rendah dibandingkan dengan kacang tanah.

3. Kacang Kedelai

Selain kacang tanah, jenis kacang-kacangan lain yang juga dapat menimbulkan reaksi alergi adalah kacang kedelai. Kacang kedelai atau produk olahannya biasanya dapat diberikan kepada bayi yang alergi terhadap kacang tanah dan produk olahannya atau sebagai pengganti susu sapi.

Namun ternyata ada beberapa bayi yang justru memiliki alergi terhadap jenis kacang ini. Alergi terhadap kacang kedelai ini dapat hilang ketika sang bayi beranjak dewasa, namun ada pula beberapa diantaranya yang terus berlanjut hingga usianya bertambah.

Bayi yang alergi terhadap kacang kedelai akan mengalami beberapa gejala ringan seperti gatal-gatal ataupun kemerahan di sekitar mulut. Meski demikian ada pula beberapa kasus alergi kacang kedelai yang memperlihatkan gejala cukup fatal seperti diare, mual, muntah, atau bengkak-bengkak.

Jika demikian sebaiknya hentikan pemberian kacang kedelai maupun produk olahannya dan konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan asupan lain selain kacang kedelai.

4. Telur

alergi pada bayi yaitu telur

Makanan selanjutnya yang berpotensi menimbulkan alergi terhadap bayi adalah telur. Telur memang mengandung banyak protein dan juga kandungan lainnya, tetapi bagi sebagian bayi beberapa kandungan ini justru dapat menimbulkan reaksi alergi, terutama bagian putih telurnya.

Bayi yang alergi terhadap telur biasanya akan mengalami rasa gatal di sekujur tubuh, timbulnya bercak-bercak kemerahan pada tubuh, bahkan hingga bengkak-bengkak.

Meski begitu banyak kandungan yang terdapat pada telur. Namun jika bayi mengalami alergi sebaiknya orang tua mulai menghentikan pemberian telur ataupun makanan yang mengandung telur.

Tak perlu khawatir nutrisinya tidak tercukupi, karena orang tua dapat mengganti kebutuhan nutrisi anak dengan makanan lainnya seperti daging merah, daging unggas, ikan, atau beberapa jenis kacang-kacangan. Jangan lupa untuk tetap berkonsultasi kepada dokter agar tidak salah dalam pemberian cakupan nutrisi.

5. Seafood

Kerang, udang, cumi-cumi, dan lain-lain merupakan beberapa contoh makanan jenis seafood yang tentunya sangat digemari. Namun bagi sebagian orang ataupun bayi, seafood dapat menjadi ancaman tersendiri karena makanan jenis ini dapat menimbulkan alergi pada mereka.

Bayi yang memiliki alergi terhadap seafood biasanya akan mengalami beberapa gejala seperti timbulnya bercak kemerahan, gatal-gatal, atau bahkan demam hingga tak sadarkan diri.

Alergi terhadap seafood ini pun dapat terbawa hingga usia dewasa, dapat bersifat permanen, dan reaksinya dapat timbul dengan cepat sesaat setelah mengkonsumsi. Hindari pemberian jenis makanan ini jika bayi Anda alergi terhadapnya.

6. Gandum

Gandum memang termasuk jenis makanan sehat jika dibandingkan dengan karbohidrat karena indeks glikemiknya lebih rendah sehingga lebih aman untuk dikonsumsi. Walaupun demikian, makanan olahan dari gandum seperti roti dan sereal dapat memicu timbulnya alergi pada beberapa bayi.

Bayi yang memiliki alergi terhadap gandum akan mengalami gejala seperti gatal-gatal, sesak napas, dan mual. Karenanya hindari bayi dari makanan yang mengandung gluten dan semolina. Sebagai penggantinya, ibu dapat memberikan beras ataupun jagung kepada bayi.

7. Beberapa Jenis Ikan

Ikan mengandung protein yang cukup tinggi sehingga sangat baik untuk menopang masa pertumbuhan bayi. Namun beberapa jenis ikan seperti tuna, salmon, dan ikan cod dapat menimbulkan reaksi alergi pada sebagaian bayi.

Timbulnya bercak kemerahan pada kulit merupakan salah satu pertanda bahwa bayi alergi terhadap ikan. Hindari jenis ikan tertentu yang menimbulkan reaksi alergi terhadap bayi dan gantilah dengan jenis makanan lain agar kebutuhannya tetap tercukupi.

Walaupun 7 jenis makanan ini dapat berpotensi menimbulkan reaksi alergi pada bayi, namun tak semua bayi akan mengalaminya, dan bukan berarti ketujuh jenis makanan ini harus dihindari. Tetap berikan asupan makanan yang bergizi pada bayi agar pertumbuhannya dapat berlangsung dengan baik hingga dewasa. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

 

 

 

 

 


Pencarian:
  • jika bayi gatal gatal boleh kah ibi mkan ikan
  • benarkah karbohidrat memiliki resiko rendah alergi
  • baby gatal2 karna alergi ikan
  • apakah tempe termasuk jenis kacang kacangan dan bisa menyebabkan kulit bayi menjadi alergi
  • apakah tempe membuat alergi pada bayi
  • apa benar makan sering makan kacang tanah bikin bayi gampang alergi ketika lahir
  • anak gatal2 apakah bisa jadi dari paktor makanan ibu
  • alergi pada bayi
  • Alergi jagung pada bayi
  • Tempe pemicu gatal pada bayi
You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.